by
“Tahun 1989, di Lapangan Jayanti, tidak tahu mau diapakan, [sejumlah warga] disuruh duduk di sana, disuruh tiarap di sekeliling lapangan Jayanti. Yang lain dibawa ke kantor, tidak tahu mereka diapain di kantor. Suami saya, namanya Endong Johan, dibawa ke kantor juga. [Di sana, seorang] bapak, dari Kodim apa ya …?” Timih Hima Yanti ragu, berusaha mengingat-ingat.
Perayaan Natal di Ambon saat ini nyaris tak ada masalah yang serius. Tak ada larangan ucapan selamat Hari Natal, apalagi pelarangan perayaan ibadah Natal. Saat malam Natal, di beberapa gereja seperti Gereja Maranatha, Gereja Silo, dan Gereja Katedral Fransiskus Xaverius, anggota Banser NU dan umat Hindu ikut menjaga ketertiban ibadah di luar gereja. Mereka bahkan memberi

    This website uses cookies to improve your experience. We'll assume you're ok with this, but you can opt-out if you wish. Accept Read More